Laman

Menata Ruang Tamu

 Baca Cerita Sebelumnya : Waktunya Pindah Rumah... ^.^


Sudah lumayan cukup lama sejak terakhir menulis disini, bulan Juni 2011 kemarin. Well selain lagi bener-bener blank tidak punya ide untuk menulis, jaringan internet saya juga amat sangat lemot belakangan ini. Jangankan untuk upload banyak gambar, sekedar untuk membuka email (yang tanpa attachmnet) saja tidak bisa…


Oke deh enough basa-basinya, yuk kita mulai saja posting kali ini. Tentang furniture ruang tamu kami, yang rencana awalnya adalah pesan custom menyesuaikan tema & luas ruangan, namun ternyata lagi-lagi terkendala dana. Setelah dipikir2 daripada nunggu dana yang entah kapan terkumpul ataupun kredit yg akan membebani kami, akhirnya tawaran untuk menerima kursi tamu sudah pakai (alias bekas hehehe) dari ibu saya kami ambil saja. Walaupun kursi itu terlalu besar untuk ruang tamu kami, tapi kebetulan warnanya senada dengan cat dinding dan korden. Dengan sedikit trik yaitu melepas salah satu bagian dari kursi panjang, kami akhrnya bisa mndapatkan ukuran yang cukup pas untuk ruang tamu kami, hehe lumayanlah bisa berhemat banyak.



Kebetulan juga kami dapat hadiah lampit dari tante kami yang dikalimantan. Warnanya krem, senada dengan korden, kursi, dan dinding. Lagi-lagi lumayan… hehe.




Untuk dinding sepertinya masih harus ditambahkan beberapa pigura photo or lukisan. Juga beberapa pot tanaman hias harus ditambahkan disana sini agar suasanya lebih hidup. Satu lagi nih, lampu sorot. Pengen pasang disalah satu pojok ruang atau di atas lukisan. Benda yang satu ini dijamin akan menambah 'kehangatan' rumah dimalam hari. Pada dasarnya menurut saya untuk 'menghias' rumah mungil jangan gunakan perabot sekunder (seperti bufet, rak, guci, patung, dan sejenisnya). Cukup bermain dengan lukisan/photo (itupun yang ukurannya tidak terlalu besar), tanaman hias, aquarium kecil juga bisa, dan lampu sorot! (kesukaan ane nih). Dengan begitu suasana rumah bisa 'ramai' tapi tidak memakan tempat.




0 komentar:

Posting Komentar